Dec 28, 2009

Usia 40-an di Tahun 2009 - Siapkah Kami Jadi Pemimpin?

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




It is not about winning, it is about continually thriving




Dari sejarah hidup, kami tahu bahwa pendapat orang harus didengarkan, meskipun kami juga paham rasa mapan bisa menyenangkan. Bagaimanakah bila kalangan usia 40 tahunan Indonesia akhirnya jadi pemimpin?





BADAN PUSAT STATISTIK [BPS] tidak menyertakan berapa banyak jumlah penduduk Indonesia yang bertambah pada sekitar 49 sampai 40 tahun lalu. Tapi dari data yang mereka sampaikan [lihat di situs BPS], rasanya bisa kita duga jumlah masyarakat yang lahir dalam angkatanku tak lebih sedikit dibanding generasi yang lebih muda.

Angkatan yang kumaksud adalah yang lahir pada periode 1960-1970. Sekarang kurang lebih yang paling muda dari kami sudah berusia 40 tahun.

Kalau di luar negeri, angkatan yang lebih tua dari kami disebut "Baby Boomers". Lahir di antara awal 1950 sampai akhir 1950-an, jumlah mereka lebih banyak dibanding generasi sebelumnya. Karena lahir dan besar setelah dunia kembali membangun apa yang sudah dihancurkan oleh perang dunia II, angkatan ini konon punya sifat lebih ambisius daripada generasi sebelum atau sesudahnya.

Indonesia pun pernah sangat bergairah dengan pembangunannya, di masa saat Orde Baru baru tumbuh berkembang di tahun 1970-an. Dan memang, tokoh yang lahir dari generasi tersebut banyak sekali - mereka sekarang sudah beranjak di usia 50-an tahunan.

[Lihat cukilan sejarah Indonesia di awal 1970-an]

What about people like me, who are now in their 40's? Aku coba-coba cari icon kesuksesan dari orang-orang di generasi aku, dan hasilnya mereka bisa dilihat di image di atas. Meskipun aku percaya bahwa ukuran kesuksesan bukanlah seberapa tinggi jabatan yang kita bisa capai di suatu organisasi, but these women made their career to the top level in their 40's.

Dengan menyesal aku gak bisa memilih icon dari Indonesia karena kriteria untuk prestasi yang aku maksudkan membuat aku gak bisa menunjuk salah satu dari most powerful women in Indonesia sebagai panutan [I am not running a political campaign, darling]. Selain orang itu harus in their forty's, reputasi yang dicapaipun haruslah mendorong kita untuk memberi salute dengan standing ovation atas pencapaiannya.

Kira-kira, people in the image above adalah contoh top level achiever yang bisa aku temukan from the people in my group of age. The fortysomething.

[Lihat photo di atas dalam ukuran lebih besar]

Life Begins At Forty

Tentunya semua sudah pernah mendengar ungkapan "live begins at forty". Why is that so, ya? Ini 'kan life cycle.

Perjalanan hidup manusia dari lahir, menjadi kanak-kanak, remaja, lalu dewasa. Bisa dibilang, umur 40 adalah umur yang secara sempurna membawa seseorang ke dunia yang sebenarnya, the real life where we are not identify ourselves to anyone else. Di usia 40 kita sudah menjadi diri sendiri, seutuhnya. Entah karena natural processes, atau karena perjuangan kita ketika melewati the processes of our lives.

Kita mungkin bukan CEO atau VP [Vice President] in a big firm, atau successful politician atau pun high achiever lainnya, but we still are history makers. Kehadiran kita tetap sangat mempengaruhi orang lain dalam hidup kita. At least, to the people around us.

Pernah Mapan, Percaya Demokrasi

People in my group of age, mendengar tentang pemberontakan orang muda [senior kami] in the early 70's. Di Indonesia, kita sempat merasakan hidup nyaman ketika negara kita dengan bangga mengumumkan diri sebagai negara yang swasembada pangan. Tetapi kita juga melihat bagaimana kemegahan Jakarta hancur, porak poranda in one day pada tahun 1998!

Lalu shock lain ketika bom mulai meledak di mana-mana di negeri yang dulunya tenteram sentosa meskipun kebebasan berbicara nyaris tidak ada. Yang dulu lama diperbolehkan hanya adalah kebebasan untuk menyampaikan hal-hal yang menyenangkan saja.

[Lihat pernyataan WNI bagi para teroris]

Gejolak dan kerusuhan SARA di seluruh Indonesia adalah pil pahit yang harus kami telan mengingat puluhan tahun kami diajarkan bahwa hal seburuk itu tak mungkin terjadi di negera kita. Yang lebih penting, dari ekses fanatisme ini kami belajar bahwa bila tindakan dan perbuatan tak konsisten, maka yang menjadi korban adalah semua orang.

[Lihat riset iptek modern tentang diskriminasi dan bagaimana hukum di Indonesia bisa mencegahnya]

And then here we are, we reach our 40's dengan prestasi kita di rumah, di masyarakat, maupun di organisasi di mana kita terlibat baik perusahaan ataupun lembaga lainnya. Kita tahu persis, bahwa hidup mapan itu menyenangkan namun melupakan masalah umum sama sekali tak patut dilakukan karena jelas masih banyak yang masih tertinggal di belakang.

This is us. Generasi yang tahu bahwa hidup itu penuh kejutan, meski puluhan tahun hidup dalam keterkekangan. Kami mengerti kalau hanya mendengar pendapat dari satu orang atau kelompok saja, akhirnya mencederai semua orang.

Are we ready to rule? Apakah kita yang berusia 40-an ini siap mengambil alih tongkat kepemimpinan dari generasi sebelumnya? Apakah kita akan jadi teladan yang baik bagi the younger generation?

Bagaimanapun, berdasarkan pengalaman hidup kami tahu we got to learn from others. Lalu, suka tidak suka, we have to let people to learn from us. Karena begitulah, dalam hidup ini kita harus memberikan kontribusi yang nyata untuk kehidupan yang lainnya. Bagi orang di sekitar kita.

And to you, younger people, have you thought of how you would look like when you are 40? Do you got specific character of your own?

Siap-siap. Sebentar lagi, you will be 40 too!


Cantik Selamanya's notes


*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







  • Life is a journey, we got willing to depend on each other! And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Okay by you? ;)
Yuk, gabung?






Cover/ID photo: Koleksi pribadi