Dec 20, 2009

Resolusi 2010: Cinta Kendaraan Umum

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Klik untuk mengunduh versi pdfnya.




Resolusi tahun 2010: naik kendaraan umum. Di sini, aku akan memperlihatkan mengapa resolusi itu terdengar sangat sexy





KALANGAN berpendidikan di Jakarta perlu punya resolusi baru di tahun 2010: harus lebih sering menggunakan kendaraan umum.

Mengapa Kendaraan Umum?

 Kebiasaan menggunakan kendaraan umum sebetulnya adalah bukti komitmen kita sebagai masyarakat yang ingin agar kemacetan, polusi, dan segala macam ketidakefesienan di jalanan Jakarta bisa dikurangi. Dari Wikipedia [tentang efesiensi bahan bakar kendaraan], kita bisa mengerti bahwa pengguna kendaaraan pribadi adalah yang paling banyak harus membayar biaya perjalanan.

Railbus buatan PT Inka, gabungan bus dan kereta, melesat hingga kecepatan 100 km/jam. Klik di gambar untuk melihatnya di situs PT Inka.

[Photo: PT Inka]

 


Sebetulnya, para pengguna kendaaran pribadi juga harus secara sukarela mengambil tanggungjawab lebih besar supaya kota bisa membangun seluruh infrastruktur jalan.  Ingat, membangun jalan berarti menanam pondasi, mengecor beton, mengaspal, menginstalasi penyinaran jalan, memasang rambu lalu lintas, sampai urusan membentuk sistem drainase, dan ditambah semua biaya pemeliharaan. Ingat baik-baik, tidak ada yang gratis di sana.

Kereta api [commuter] adalah my personal favorite, yang bisa disambung dengan taksi atau kendaraan lainnya. Ada teman bahkan yang lebih menyukai naik sepeda untuk rute rumah-kantor-rumah. Tapi, sejauh ini aku melihat naik kereta adalah pilihan paling cepat, ekonomis, dan relatif tidak melelahkan.

[Lihat Berjalan-jalan ke Bintaro dengan kereta, untuk makan di Mie Mania!]

Kereta Api: Produksi Dalam Negeri

Memang, menurut situs Pemda DKI, sistem kereta yang lebih terintegratif baru akan kita temui di kota ini pada 2012. Arti luasnya, baru di sekitar tahun tersebut kereta di Jakarta baru akan memiliki penghubung kendaraan umum lain - seperti Transjakarta - secara lebih memuaskan.

Di sini justru kita bisa melihat suatu nilai lebih. Paling tidak, di masa mendatang generasi yang lebih muda punya kesempatan hidup lebih baik. Serupa dengan yang dirasakan penduduk di negara lebih maju saat ini, yang hidup nyaman karena "pengorbanan" generasi sebelumnya.

Kalau dilihat lebih jeli lagi, ada hal yang lebih sexy dari menggunakan kereta. Yaitu sekarang kereta api di Indonesia mulai betul-betul dibangun oleh saudara/i sebangsa dan setanah air di PT Inka.

  

Ini adalah sebagian kereta yang dibuat oleh PT Inka-Indonesia

  

Klik masing-masing gambar untuk melihat versi aslinya di situs PT Inka.

  

 

 

Tidak hanya kereta, PT Inka sekarang juga membuat bus dan mobil [!].



Jujur saja, masih tak jarang aku mendengar cibiran orang yang menganggap bahwa bagian kereta yang dibangun di Indonesia sebetulnya merupakan komponen low tech saja. Alias, komponen yang lebih rumit masih didatangkan dari luar negeri.

Rasanya kritik ini tak harus betul-betul didengar. Kita harus ingat bahwa proses belajar tak bisa lantas berjalan sekilat yang dimau orang banyak. Di dalam usaha belajar, PT Inka harus menyerap dan mengatur lebih banyak tenaga kerja, para insinyur terdidik, supaya bisa menambah daya produksinya.

Di buku "Labour migration and the recent financial crisis in Asia" [OECD, baca di Google Books], terungkap catatan sejarah bahwa karena berkembangnya industri di Jepang di era 80-an, negara tersebut menambah daya serap tenaga kerja terlatih sebanyak ratusan persen dalam waktu lima tahun saja. Pelajarannya, kalau PT Inka berkembang, maka otomatis perusahaan ini akan menyerap jauh lebih banyak tenaga kerja di tanah sendiri hingga tak harus menjadi buruh migran.

PT Inka sejauh ini juga menunjukkan bukti bahwa mereka punya kredibilitas baik. Buktinya, sekarang mereka mulai membuat bus dan mobil pribadi. Prestasi semacam ini yang bikin gengsi Indonesia tambah tinggi.

Lengkaplah sekarang alasan mengapa naik kendaraan umum bisa jadi resolusi keren bagi kita di tahun 2010. It is not selfish, tidak egois, bergengsi, bahkan bisa jadi penyebab tenaga kerja Indonesia mendapat kesempatan berkarya di negara sendiri, bukan di negeri seberang sana.





*****






Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







  • Don't we wanna tell the world more that our country is great?. And...why don't you gabung di halaman facebook "Cantik Selamanya"? Okay? ;)
Yuk, gabung?