Dec 21, 2009

Hari Ibu, Hari Ayah, Hari Perempuan, Hari Lelaki

Good Quality and Original Article - Dian Manginta - Cantik Selamanya




Hari Ibu, Hari Ayah, Hari Perempuan, Hari Lelaki




Sebagai ibu, ayah, teman, saudara, saudari, teman, anggota masyarakat, warga negara. Semua orang perlu merasa dihargai.  





 PIDATO Menteri Pendayagunaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam memperingati hari Ibu 2009 [unduh - pdf, 1,21 MB] sangat menarik. Tahun ini limapuluh kali Hari Ibu dirayakan di Indonesia [Presiden Soekarno menetapkannya sebagai hari Nasional pada 1950, Wikipedia], Indonesia masih mengambil makna temanya sebagai "kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam pembangunan nasional". 

Hari Ibu juga dirayakan di negara-negara lain di seluruh dunia. Umumnya diadakan pada hari Minggu kedua di bulan Mei, hari tersebut didedikasikan untuk memberikan penghargaan kepada para kaum ibu. Hari Ibu atau "Mother's Day" adalah adalah hari peringatan/perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.

Di luar negeri, orang cenderung merayakan Hari Ibu dengan sekedar membebastugaskan para ibu dari tugas domestik yang sepanjang tahun sudah dianggap sebagai kewajibannya.

[Lihat hari nasional di seluruh dunia]

Linda Amalia Sari Gumelar Menteri Pendayagunaan Perempuan dan Perlindungan Anak 

Klik photo di atas untuk melihatnya di facebook.com

Photo: facebook.com
[21 Desember 2009]


Sepanjang hari itu, Ibu diperlakukan khusus. Tak harus memasak, merawat anak, dan melakukan urusan rumah tangga lainnya.

Hari Ayah

Kalau Hari Ibu sudah dikenal ribuan tahun lalu - di zaman Yunani kuno - Hari Ayah baru muncul di Amerika Serikat tahun 1910 tepatnya pada tanggal 19 Juni. Sekarang, separuh negara ASEAN sudah merayakan Hari Ayah.

Hari Ayah diadakan antara lain karena negara-negara tersebut melihat peran bapak sama pentingnya dengan fungsi ibu di dalam kehidupan tiap manusia. Karena nilai pentingnya itulah makanya ada peringatan nasionalnya.

Namun di negeri kita, agak berbeda. Hari Ibu dimaknai dengan nuansa perjuangan yang lebih kental dan berbau heroik.
  

Youtube:

Happy Father's Day

 

Lucas Cruikshank membuat film fiksinya sendiri, mengambil tokoh bernama "Fred Figglehorn". Di Youtube, video berjudul Fred on Father's Day  karyanya menarik sekitar 8,5 juta penonton. Cruikshank melakonkan peran monolog komedi-ironi tentang seorang anak remaja yang tak kenal ayahnya dan ingin memperingati Hari Ayah. Dia pun mengirim surat kepada sang ayah yang entah ada di mana. Klik gambar di samping untuk menontonnya.


Kita berimajinasi bahwa Hari Ibu artinya sama dengan melibatkan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa: memberantas perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; memperbaiki gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya.

Hari Perempuan

Padahal kalau mengambil fungsi dalam pembangunan negara, ‘kan bukan cuma peran ibu saja, ya? Tetapi peran semua perempuan yang perduli kepada negeri ini, termasuk yang single maupun menikah tapi tak punya anak. Artinya, ya, peran semua perempuan.

Kalau di negara lain, Hari Perempuan [Womens Day]. Yang ini diperingatinya pada setiap tanggal 08 Maret dan lebih banyak diisi dengan kegiatan politik untuk menyuarakan hak-hak sosial perempuan [Wikipedia].

Tak berhenti di situ, malah UNESCO bersama lembaga lainnya, mulai mengkampanyekan Hari Lelaki Internasional [International Men's Day]. Bagi negara-negara di berbagai belahan dunia yang merayakannya, Hari Lelaki diisi dengan berbagai kegiatan yang didedikasikan untuk merayakan pengorbanan lelaki sebagai ayah, keluarga, teman, komunitas, dan negara [Wikipedia]. 

Untuk peran ibu yang dimaksud dengan peringatan tanggal 22 Desember ini, sebenarnya sudah didedikasikan pada hari Kartini yang kita peringati setiap tanggal 21 April. Jadi, dua kali setiap tahunnya kita mengenang peran perempun dalam perjuangan, ya? Duplikasi seperti ini perlu kita renungkan makna efesiensinya.

[Lihat efesiensi sebagai rahasia usahawan paling kaya sepanjang masa]

Sebagai ibu atau sebagai perempuan. Sebagai ayah, atau sebagai lelaki. Tinggal di rumah, atau bekerja, atau di lingkungan sosial, setiap orang perlu bisa merasa dihargai.


Cantik Selamanya's notes




*****


Perlu dibaca juga di Cantik Selamanya:







Yuk, gabung?






Cover/ID photo: Koleksi pribadi